Pendidikan Tinggi dan PP PT

Pendidikan Tinggi
1.Pengertian Pendidikan Tinggi
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
Di Indonesia, perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas.
Universitas adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Kata universitas berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah umum dan menyeluruh
Akademi adalah seluruh lembaga pendidikan formal baik pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan kejuruan maupun perguruan tinggiyang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu.
Politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.
Sekolah tinggi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
Institut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Universitas, institut, dan sekolah tinggi yang memiliki program doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada setiap individu yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni. Sebutan guru besar atau profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja sebagai pendidik di perguruan tinggi.
Pengelolaan dan regulasi perguruan tinggi di Indonesia dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Rektor Perguruan Tinggi Negeri merupakan pejabat eselon di bawah Menteri Pendidikan Nasional.
Selain itu juga terdapat perguruan tinggi yang dikelola oleh departemen atau Lembaga Pemerintah Non Departemen, yang umumnya merupakan perguruan tinggi kedinasan. Misalnya, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dikelola oleh Departemen Keuangan.

2.Peraturan Pemerintah tentang Perguruan Tinggi
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, menjelaskan tentang ketentuan Pendidikan Tinggi di Indonesia. Peraturan Pemerintah ini terdiri atas 17 bab dan 133 pasal, yaitu:
a.Bab I, Ketentuan Umum (Pasal 1) yang berisikan pengertian pihak – pihak yang ada dalam Pendidikan Tinggi.
b.Bab II, Tujuan Pendidikan Tinggi (Pasal 2) yang berisikan tujuan pelaksanaan Pendidikan Tinggi serta pedoman dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Tinggi.
c.Bab III, Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Pasal 3 – pasal 12) berisi tentang unsur – unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Pendidikan Tinggi.
d.Bab IV, Kurikulum (Pasal 13 – pasal 14) mengatur kurikulum Pendidikan Tinggi.
e.Bab V, Penilaian Hasil Belajar (Pasal 15 – pasal 16)
f.Bab VI, Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan (Pasal 17 – pasal 20)
g.Bab VII, Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi (Pasal 21 – pasal 26)
h.Bab VIII, Susunan Perguruan Tinggi (Pasal 27 – pasal 100), terdiri atas bagian – bagian yang masing – masing terdiri atas jenis Perguruan Tinggi.
i.Bab IX, Tenaga Pendidikan (Pasal 101 – pasal 107) berisi tentang penyelenggara dan fungsionaris Pendidikan Tinggi.
j.Bab X, Mahasiswa dan Alumni (Pasal 108 – pasal 112) mengatur tentang mahasiswa dan alumni mahasiswa.
k.Bab XI, Sarana dan Prasarana (Pasal 113)
l.Bab XII, Pembiayaan (Pasal 114 – pasal 117)
m.Bab XIII, Syarat dan Tata Cara Pendirian (Pasal 118 – pasal 127)
n.Bab XIV, Pengawasan dan Akreditasi (Pasal 128)
o.Bab XV, Kerjasama Antar Perguruan Tinggi ( Pasal 129 – pasal 130)
p.Bab XVI, Ketentuan Peralihan (Pasal 131)
q.Bab XVII, Ketentuan Penutup (Pasal 132 – 133)

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s